NEWS
DETAILS
Senin, 30 Nov 2020 14:35 - Street Fire Batam

Pembalap Repsol Honda, Alex Marquez, mengklaim Yamaha "curang" dan pembalap Yamaha tahu bahwa mesin yang mereka gunakan pada MotoGP Spanyol adalah ilegal.

Yamaha mendapat hukuman penalti 50 poin setelah terbukti melakukan modifikasi tanpa izin terhadap mesin motor yang mereka gunakan.

Aturan MotoGP menetapkan bahwa setiap tim tidak dapat mengubah desain mesin mereka setelah awal musim.

Yamaha terbukti melakukan modifikasi tersebut seusai balapan MotoGP Jerez yang menjadi pembuka musim 2020.

Federasi Motorsport Internasional (FIM) menemukan bahwa tim pabrikan Jepang itu telah membuka segel beberapa mesinnya tanpa persetujuan dari asosiasi pabrikan dan memasang katup non-homolog untuk GP Spanyol pada Juli.

Yamaha menegaskan bahwa katup mesin yang digunakan tidak memiliki desain berbeda dengan yang telah dihomologasikan sebelum musim.

Pelanggaran ini adalah pengawasan internal, sementara Franco Morbidelli, Fabio Quartararo, dan Maverick Vinales menyangkal bahwa mereka tahu mesin yang digunakan GP Spanyol adalah ilegal.

Alex Marquez mengatakan bahwa dia tidak percaya ini. Dia yakin pembalap Yamaha lainnya tahu apa yang sedang terjadi.

"Yang jelas pada akhirnya adalah mereka telah melakukan kecurangan atau tidak sesuai dengan peraturan," kata Marquez tentang Yamaha dilansir dari Motorsport.

Mengenai klaim para pembalap bahwa mereka tidak mengetahui adanya pelanggaran. "Alasan 'Saya tidak tahu' ada, tetapi sepanjang waktu pabrikan sangat terbuka dan Anda tahu mesin apa yang Anda gunakan," ucap Marquez.

"Anda tahu segalanya, Anda selalu up to date. Sebagai pembalap, Anda selalu memperhatikan ketika mereka memasang mesin atau menyimpannya, Anda selalu tahu apa yang Anda gunakan," ujar Marquez.

Para pembalap MotoGP akan kembali ke lintasan untuk menjalani hari kedua MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Sabtu (7/11/2020).

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK